Bukan Influenza biasa: Mengenal Legionellosis dan Cara Mencegahnya

Oleh Administrator
Selasa, 14 Juli 2026 02:27
Dibaca 6 kali

Bukan Influenza biasa: Mengenal Legionellosis dan Cara Mencegahnya

Rosmadina Sihombing, SKM

Demam, batuk, dan tubuh terasa lemas sering dianggap sebagai gejala flu biasa. Namun, tahukah Anda bahwa gejala serupa juga dapat menjadi tanda infeksi yang lebih serius? Salah satunya adalah legionellosis, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Legionella yang dapat menyebar melalui percikan air yang terkontaminasi.

Legionellosis bukanlah penyakit yang hanya terjadi di luar negeri. Hingga minggu ke-26 tahun 2026, lebih dari 5.000 kasus terkonfirmasi telah dilaporkan di 12 negara di dunia. Di Indonesia sendiri, sejak tahun 2023 hingga minggu ke-26 tahun 2026, tercatat 69 kasus konfirmasi dan Terdapat 4 kasus kematian yang tercatat. Meskipun jumlah kasus di Indonesia relatif sedikit, temuan ini menunjukkan bahwa legionellosis tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan penyakit yang serius

Apa Itu Legionellosis?

Legionellosis adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Legionella yang umumnya ditemukan pada sumber air terkontaminasi atau media tanam dan terutama menyerang saluran pernapasan, kadang berupa pneumonia yang serius atau bentuk lebih ringan seperti demam Pontiac.

Bakteri Legionella berasal dari lingkungan alami maupun buatan manusia seperti :

Lingkungan Perairan Alami: Spesies yang paling umum menyebabkan penyakit, Legionella pneumophila, adalah bakteri air tawar yang ditemukan di seluruh dunia di lingkungan seperti danau, sungai, anak sungai (creeks), dan mata air panas.

Sistem Air Buatan: Meskipun ada di alam, sistem air buatan manusia merupakan sumber yang paling memungkinkan untuk penyebaran penyakit karena menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri tersebut. Contohnya meliputi: Menara pendingin (cooling towers) pada sistem AC, sistem air panas dan dingin, humidifier, kolam spa atau whirlpool dan mesin pembuat es

Media Tanam: Beberapa spesies lain, seperti L. longbeachae, dapat ditemukan di dalam campuran media tanam (potting mix)

Bagaimana Penularannya

Legionellosis tidak menular dari orang ke orang. Seseorang dapat terinfeksi ketika menghirup percikan air (aerosol) yang mengandung bakteri Legionella. Percikan air tersebut dapat berasal dari shower, pendingin ruangan tertentu, atau fasilitas air lainnya yang tidak dikelola dengan baik.

Siapa yang lebih Beresiko ?

Semua orang beresiko, tetapi risikonya lebih tinggi pada orang lanjut usia. Risiko juga meningkat pada perokok, konsumsi alkohol berat, serta individu dengan penyakit paru kronis, gangguan pernapasan, atau penyakit ginjal. Selain itu, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pasien kanker, penerima transplantasi organ, dan pengguna kortikosteroid, sangat rentan mengalami infeksi berat.

Apa saja Gejalanya?

Gejala legionellosis dapat menyerupai influenza sehingga sering tidak disadari. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

• Demam dan menggigil;

• Batuk;

• Sesak nafas;

• Sakit kepala;

• Malaise (perasaan tidak enak badan/lemas);

• Nyeri otot (mialgia).

Pada sebagian kasus, legionellosis dapat berkembang menjadi pneumonia berat yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Jika terlambat dikenali dan ditangani, penyakit ini bahkan dapat berakibat fatal, terutama pada kelompok yang rentan.

Bagaimana Cara Mencegahnya ?

Cara mencegah legionellosis utamanya adalah dengan mengendalikan kualitas air dan sistem yang menghasilkan aerosol supaya bakteri Legionella tidak berkembang pencegahan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, antara lain:

• Rutin membersihkan dan merawat menara pendingin, kondensor, AC sentral, shower, keran, kolam, spa, dan sistem perpipaan.

• Menjaga sistem air tetap bersih dan terdesinfeksi secara berkala.

• Menghindari air yang tergenang atau sistem air yang jarang dipakai.

• Memastikan suhu air dikelola dengan baik agar tidak mendukung pertumbuhan bakteri.

• Tidak merokok dan menjaga daya tahan tubuh tetap baik, karena orang dengan kondisi tubuh lemah lebih rentan.

Penutup

Legionellosis adalah penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi infeksi paru-paru serius, tetapi risikonya bisa ditekan dengan menjaga kebersihan sumber air dan melakukan pencegahan sejak dini. Dengan mengenali gejala, sumber penularan, dan cara pencegahannya, kita dapat melindungi diri sendiri maupun orang di sekitar dari bahaya penyakit ini

Sumber Refrensi

1. Kementerian Kesehatan RI. (2022, 8 Oktober). Apa saja gejala Legionellosis? Infeksi Emerging. Diakses dari https://infeksiemerging.kemkes.go.id/

2. Kementerian Kesehatan RI. (2026). Perkembangan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu Epidemiologi ke-25 Tahun 2026. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P)

3. World Health Organization (WHO). (2022, 6 September). Legionellosis. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/legionellosis