EFEKTIVITAS MODIFIKASI UMPAN DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PENANGKAPAN TIKUS (SUCCESS TRAP) DI TEMPAT PENGOLAHAN PANGAN

Oleh Administrator
Rabu, 29 Juli 2026 23:12
Dibaca 6 kali

Linda Torro Datu, SKM., M.K.L

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Jayapura

Wilayah Kerja Bandar Udara Sentani

PENDAHULUAN

Tikus merupakan salah satu vektor penyakit yang berpotensi mencemari pangan serta menularkan penyakit seperti leptospirosis, salmonellosis, dan pes. Keberadaan tikus di Tempat Pengolahan Pangan (TPP) menjadi perhatian karena dapat menurunkan kualitas sanitasi dan keamanan pangan. Oleh karena itu, kegiatan surveilans tikus melalui pemasangan perangkap dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pengawasan kesehatan lingkungan.

Keberhasilan penangkapan tikus dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jenis umpan yang digunakan. Tikus memiliki kemampuan penciuman yang sangat baik sehingga cenderung memilih makanan dengan aroma kuat dan kandungan protein tinggi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa modifikasi umpan dapat meningkatkan daya tarik tikus terhadap perangkap sehingga meningkatkan nilai Success Trap (ST) sebagai indikator keberhasilan penangkapan.

Sebagai upaya meningkatkan efektivitas surveilans tikus di Tempat Pengolahan Pangan Wilayah Kerja Bandar Udara Sentani, dilakukan modifikasi umpan dari ayam bakar menjadi ikan kaleng untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keberhasilan penangkapan tikus.

TUJUAN

Mengetahui efektivitas modifikasi umpan dari ayam bakar menjadi ikan kaleng (sarden) dalam meningkatkan keberhasilan penangkapan tikus (Trap Success) di Tempat Pengolahan Pangan Wilayah Kerja Bandar Udara Sentani.

METODE

Kegiatan dilakukan secara observasional pada surveilans tikus di Tempat Pengolahan Pangan Wilayah Kerja Bandar Udara Sentani selama Januari–Juni 2026. Sebanyak 100 perangkap dipasang pada setiap periode pengamatan di lokasi yang berpotensi menjadi jalur aktivitas tikus.

Pada Januari–Maret digunakan umpan ayam bakar, sedangkan pada Mei–Juni dilakukan modifikasi menggunakan ikan kaleng (sarden). Keberhasilan penangkapan dihitung menggunakan nilai Success Trap (ST) berdasarkan jumlah tikus yang tertangkap dibandingkan jumlah perangkap yang dipasang.

HASIL KEGIATAN

Hasil surveilans menunjukkan adanya peningkatan jumlah tikus yang tertangkap setelah dilakukan modifikasi umpan.

Rata-rata Trap Success menggunakan ayam bakar sebesar 1,67%, sedangkan setelah menggunakan ikan kaleng meningkat menjadi 7,5%. Jumlah tikus yang tertangkap meningkat dari 5 ekor menggunakan umpan ayam bakar menjadi 15 ekor menggunakan umpan ikan kaleng (sarden) .

Kegiatan Surveilans Tikus Melalui Pemasangan, Pemeriksaan Perangkap, dan Hasil Penangkapan Tikus di Tempat Pengolahan Pangan Wilayah Kerja Bandar Udara Sentani.

PEMBAHASAN

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa modifikasi umpan menggunakan ikan kaleng (sarden) mampu meningkatkan keberhasilan penangkapan tikus dibandingkan penggunaan ayam bakar. Aroma ikan kaleng yang lebih kuat diduga lebih menarik bagi tikus sehingga meningkatkan peluang tikus memasuki perangkap. Hasil ini terlihat dari peningkatan rata-rata Trap Success dari 1,67% menjadi 7,5%, atau sekitar 4,5 kali lebih tinggi.

Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa umpan berbahan protein hewani dengan aroma kuat lebih efektif menarik tikus dibandingkan umpan yang memiliki aroma lebih lemah, Stephen Takács, dkk (2017). Selain jenis umpan, keberhasilan penangkapan juga dipengaruhi oleh penempatan perangkap pada jalur aktivitas tikus dan kondisi sanitasi lingkungan, Frye, M. J, dkk (2021).

Modifikasi umpan merupakan inovasi sederhana yang mudah diterapkan, murah, dan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan surveilans tikus di Tempat Pengolahan Pangan. Hasil ini dapat menjadi dasar dalam pemilihan umpan pada kegiatan pengendalian rodensia di lingkungan Balai Kekarantinaan Kesehatan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Penggunaan ikan kaleng (sarden) sebagai modifikasi umpan terbukti meningkatkan keberhasilan penangkapan tikus di Tempat Pengolahan Pangan Wilayah Kerja Bandar Udara Sentani. Nilai rata-rata Success Trap meningkat dari 1,67% menjadi 7,5%, sehingga ikan kaleng lebih efektif digunakan sebagai umpan dibandingkan ayam bakar.

Saran

1. Ikan kaleng (sarden) dapat dipertimbangkan sebagai umpan utama pada kegiatan surveilans tikus di Tempat Pengolahan Pangan.

2. Perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap jenis umpan untuk memperoleh efektivitas penangkapan yang lebih optimal.

REFERENSI

1. Kementerian Kesehatan RI. Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.

2. Kementerian Kesehatan RI. Permenkes Nomor 10 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan.

3. Frye, M. J., Gangloff-Kaufmann, J. L., Corrigan, R. M., Hirsch, H., & Bondy, D. (2021). Assessment of Factors Influencing Visitation to Rodent Management Devices at Food Distribution Centers.

4. Stephen Takács, dkk (2017) New Food Baits for Trapping House Mice, Black Rats and Brown Rats.