“Mengenal Virus Marburg : Penyakit Langka dengan Tingkat Kematian Tinggi”

Oleh Administrator
Rabu, 08 Juli 2026 05:00
Dibaca 20 kali

“Mengenal Virus Marburg : Penyakit Langka dengan Tingkat Kematian Tinggi”

Gunawan, SKM, M.Epid

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Jayapura

Pendahuluan

Saat ini dunia sedang mewaspadai penyebaran virus Marburg yang telah mewabah di Guinea Ekuatorial, Afrika. Informasi terbaru virus Marburg sedang terjadi di Uganda. Virus ini penyebab penyakit demam berdarah yang jarang terjadi, dengan daya tular dan fatalitas tinggi. Untuk meningkatkan kewaspadaan kita, yuk ketahui cara penularan, gejala & langkah pencegahannya agar terhindar dari virus Marburg

Virus Marburg merupakan salah satu virus penyebab demam berdarah yang sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Virus ini termasuk dalam keluarga Filoviridae, kelompok virus yang sama dengan virus Ebola. Meskipun kasus infeksinya relatif jarang terjadi, wabah penyakit akibat virus Marburg telah beberapa kali dilaporkan di berbagai negara dan menjadi perhatian dunia karena tingkat fatalitasnya yang tinggi.

Apa Itu Virus Marburg?

Virus Marburg pertama kali diidentifikasi pada tahun 1967 ketika terjadi wabah di kota Marburg dan Frankfurt di Jerman serta Beograd di Serbia. Wabah tersebut terkait dengan paparan monyet hijau Afrika yang diimpor dari Uganda untuk keperluan penelitian laboratorium.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini dikenal sebagai Marburg Virus Disease (MVD) atau Penyakit Virus Marburg, yaitu penyakit demam berdarah virus yang dapat menyebabkan gangguan organ tubuh, perdarahan, hingga kematian.

Tren Kasus dan Kematian Penyakit Virus Marburg secara Global rentang waktu Tahun 1967-2026

Total kasus kumulatif secara global mencapai 734 kasus dengan 557 kematian (CFR : 76%)

Cara Penularan Virus Marburg

Penularan virus Marburg dapat terjadi melalui:

1. Kontak dengan hewan terinfeksi melalui penyembelihan, masak, atau konsumsi kelelawar buah Afrika (Rousettus aegyptiacus) yang menjadi reservoir alami virus.

2. Kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau jaringan orang yang terinfeksi. (feses, urin, air liur, cairan semen) dari manusia terinfeksi melalui luka terbuka atau selaput lendir.

3. Kontak dengan benda yang terkontaminasi, seperti pakaian, alat medis, atau perlengkapan yang terkena cairan tubuh penderita.

4. Kontak saat perawatan pasien atau pemakaman yang tidak menerapkan prosedur pencegahan infeksi dengan benar.

Virus ini tidak menyebar melalui udara seperti influenza atau COVID-19, tetapi penyebarannya dapat berlangsung cepat melalui kontak erat dengan penderita.

Gejala Penyakit Virus Marburg

Masa inkubasi virus Marburg berkisar antara 2 hingga 21 hari setelah terpapar.

Gejala awal meliputi:

• Demam tinggi mendadak.

• Sakit kepala hebat.

• Sakit Tenggorokan,

• Nyeri otot dan sendi.

• Kelelahan berat.

• Menggigil.

Setelah beberapa hari, penderita dapat mengalami:

• Diare berat.

• Mual dan muntah.

• Nyeri perut.

• Ruam kulit.

Pada kasus yang berat dapat muncul:

• Perdarahan pada gusi, hidung, vagina dan saluran pencernaan.

• Gangguan fungsi hati dan ginjal.

• Syok.

• Kegagalan multi organ.

Diagnosis dan Pengobatan

Diagnosis penyakit virus Marburg dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium khusus, seperti:

• RT-PCR.

• ELISA.

• Isolasi virus dan pemeriksaan serologi lainnya.

Hingga saat ini belum tersedia pengobatan antivirus spesifik yang terbukti efektif untuk menyembuhkan infeksi virus Marburg. Penanganan pasien berfokus pada:

• Pemberian cairan dan elektrolit.

• Menjaga kadar oksigen dan tekanan darah.

• Mengobati infeksi penyerta.

• Perawatan intensif untuk mencegah komplikasi.

Perawatan yang cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Pencegahan Virus Marburg

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

• Menghindari kontak dengan kelelawar atau hewan liar yang berpotensi membawa virus.

• Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien.

• Menerapkan kebersihan tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

• Menghindari kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh penderita.

• Menerapkan prosedur pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.

• Melakukan surveilans dan pelacakan kontak pada saat terjadi wabah.

Faktor Risiko

• Pelaku perjalanan dari negara terjangkit

• Melakukan perawatan atau pengelolaan spesimen pasien terinfeksi virus Marburg (tenaga kesehatan, keluarga)

• Kontak dengan hewan liar seperti kelelawar buah atau monyet/kera yang terinfeksi

• Orang yang kontak langsung dengan pasien/jenazah terinfeksi

Peran Kewaspadaan di Pintu Masuk Negara

Meskipun sampai saat ini virus Marburg belum ada laporan kasus di Indonesia, sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular lintas negara, petugas kesehatan di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas negara dalam hal ini Balai Kekakarantinaan Kesehatan memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini terhadap pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala penyakit infeksi, termasuk penyakit virus Marburg. Kewaspadaan dan pelaporan yang cepat dapat membantu mencegah penyebaran penyakit ke wilayah yang lebih luas.

Himbauan untuk Masyarakat Indonesia

1. Menerapkan protokol kesehatan, terutama :

• Cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer

• Memakai masker apabila mengalami gejala, termasuk kelompok rentan dan berada

• Menerapkan etika batuk dan bersin

2. Menghindari kontak dengan orang/hewan yang terinfeksi serta benda yang terkontaminasi hewan/orang yang terinfeksi

3. Mengkonsumsi daging hewan yang sudah dimasak/matang serta menghindari konsumsi hewan liar

4. Apabila melakukan perjalanan ke Ngara Terjangkit, disarankan untuk melaksanakan protokol kesehatan sesuai angka (1) serta mengikuti himbauan protokol kesehatan dari otoritas kesehatan negara tersebut.

5. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala Marburg (demam, perdarahan) pasca kepulangan (hingga 21 hari) dari Negara Terjangkit.

Penutup

Virus Marburg merupakan virus penyebab demam berdarah yang sangat berbahaya dengan tingkat kematian yang tinggi. Meskipun kasusnya jarang terjadi, penyakit ini memiliki potensi menimbulkan wabah yang serius. Oleh karena itu, peningkatan kewaspadaan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, pengendalian infeksi yang ketat, serta deteksi dini di pintu masuk negara menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit virus Marburg dan melindungi kesehatan masyarakat.

REFERENSI :

https://infeksiemerging.kemkes.go.id/document/perkembangan-situasi-penyakit-infeksi-emerging-minggu-epidemiologi-ke-26-tahun-2026/view

https://kemkes.go.id/id/fatalitas-tinggi-akibat-virus-marburg-ri-waspada

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-62217311