SINERGITAS TIM KERJA I KAWAL PELABUHAN JAYAPURA MELALUI GIAT DESIMINASI INFORMASI MINGGU KE – 2 BULAN JUNI 2026
BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS I JAYAPURA
Edison W. Koibur, SKM.
Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Jayapura
A. PENDAHULUAN
Pelabuhan merupakan salah satu pintu masuk dan keluar kapal yang memiliki peran strategis dalam pergerakan orang, barang, dan alat angkut. Tingginya mobilitas tersebut berpotensi meningkatkan risriko dan masuk keluarnya penyakit serta ancaman kedaruratan kesehatan masyarakat yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya pengawasan dan pengendalian yang efektif melalui penyelenggaran kekarantinaan kesehatan di wilayah pelabuhan.
Sebagai otoritas kesehatan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kekarantinaan kesehatan, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Jayapura memiliki peran penting dalam memastikan terlaksananya pengawasan kesehatan terhadap orang, barang, alat angkut dan lingkungan pelabuhan sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan tugas tersebut memerlukan dukungan dan kerjasama yang baik antar tim kerja maupun para pemangku kepentingan.
Dalam rangka memperkuat koordinasi, meningkatkan pemahaman, serta menyamakan persepsi mengenai kebijakan dan program kekarantinaan kesehatan, Tim Kerja 1 Kawal Pelabuhan Jayapura dalam pelaksanaan kegiatan desiminasi informasi tentang cegah tangkal penyakit menular di pelabuhan laut jayapura. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyampaikan informasi terkini, meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan serta membangun sinergitas dalam pelaksanaaan tugas pengawasan dan pengendalian faktor risiko kesehatan di wilayah pelabuhan Jayapura.
B. TUJUAN
1. Meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan terhadap risiko penyakit menular di pelabuhan laut jayapura
2. Memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan pengawasan kesehatan alat angkut, orang, barang dan lingkungan
3. Meningkatkan kesedaran dan kepatuhan pengguna jasa pelabuhan terhadap protokol kesehatan dan ketentuan kekarantinaan kesehatan melalui Media digital,spanduk, dan media informasi lainnya di wilayah kerja pelabuhan laut jayapura.
C. METODE
1. Kordinasi dan Perencanaan dengan lintas program antara lain : PT, Pelindo IV Jayapura, KSOP dan Agen Perusahaan Pelayaran serta intansi terkait lainnya.
2. Pelaksanaan Desiminasi Informasi, penyampaikan informasi cegah tangkal penyakit menular melalui media digital, pemasangan spanduk, leaflet dan poster serta media informasi lainnya.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
Upaya cegah tangkal penularan penyakit di pintu masuk negara terus diperkuat. Komitmen ini ditunjukkan secara nyata oleh Tim Kerja (Timker) I BKK Jayapura melalui langkah proaktif membangun koordinasi terpadu bersama PT Pelindo (Persero) Regional 4 Jayapura. Pertemuan strategis yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 di Kantor PT Pelindo IV Jayapura ini fokus pada optimalisasi penempatan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk mengantisipasi penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau Wabah.
Dipimpin oleh Tim KIE BKK Jayapura, koordinasi ini disambut langsung dengan baik oleh Asisten Manajer Operasional PT Pelindo IV Jayapura, Bapak Raimond Davilino. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan krusial demi menjaga ketahanan kesehatan masyarakat di lingkungan pelabuhan.
Beralih ke Digital: Video KIE Jadi Pilihan Utama
Dalam evaluasi bersama tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa pemanfaatan media digital berupa video merupakan langkah paling efektif saat ini. Penggunaan media luar ruang konvensional atau cetak statis seperti standing banner dan spanduk di dalam area terminal dinilai sudah tidak efisien lagi. Selain berpotensi mempersempit ruang gerak penumpang, media cetak fisik juga dianggap dapat mengganggu estetika keindahan ruang tunggu terminal.
Optimalisasi Layar Strategis Tanpa Biaya (Gratis)
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program kesehatan ini, pihak PT Pelindo IV Jayapura memberikan izin akses penuh terhadap 4 (empat) unit layar monitor yang terpasang di dalam terminal pelabuhan. Layar-layar monitor ini berada di titik-titik strategis dengan tingkat mobilitas dan kepadatan penumpang yang tinggi, sehingga memastikan pesan edukasi kesehatan dapat tersampaikan secara luas.
Menariknya, seluruh penayangan materi video KIE milik BKK Jayapura di keempat layar monitor tersebut diberikan secara gratis alias tidak dipungut biaya sama sekali. Kebijakan ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi demi kepentingan keselamatan publik di wilayah Jayapura.
Saat ini, tautan materi video KIE telah diserahkan secara resmi kepada operator PT Pelindo untuk dimasukkan ke dalam daftar putar (playlist) harian, dan dipastikan akan ditayangkan secara berkala sepanjang jam operasional terminal pelabuhan.
Penguatan Layanan Medis di Klinik Terminal
Sinergi ini tidak hanya berjalan satu arah. Guna memperkuat sistem pelayanan di pelabuhan, PT Pelindo turut mengajukan permohonan dukungan teknis medis kepada BKK Jayapura. Pihak Pelindo berharap adanya penempatan petugas medis yang siaga di fasilitas ruang klinik terminal yang telah disediakan.
Kehadiran petugas medis BKK Jayapura ini diprioritaskan khususnya pada saat jadwal kedatangan kapal penumpang (kapal putih/PELNI). Langkah antisipatif ini dinilai sangat penting untuk merespons secara cepat jika terdapat keluhan kesehatan mendadak dari para pengguna jasa pelabuhan.
Melalui giat desinfo terpadu dan kerja sama yang solid ini, Pelabuhan Jayapura diharapkan tidak hanya menjadi pusat gerbang ekonomi yang masif, namun juga menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan tangguh dari ancaman potensi wabah penyakit.
E. REFERENSI
Republik Indonesia (2023). Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.Jakarta
Kementerian Kesehatan RI (2023). Peraturan Menteri Kesehatan No. 10 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Kekarantinaan Kesehatan.